Projek Ego, Idealis dan Dendam

Bagi sebagian orang menulis atau menyusun buku mungkin dianggap sebagai sarana untuk meraup keuntungan yang besar, sebab tidak jarang kita melihat para penulis dunia yang hidupnya “tajir sampe melintir“. Iyalah, mereka bisa hidup begitu tentu karena penjualan bukunya bisa sampai jutaan eksemplar diseluruh dunia.

Saya sendiri mencoba menyusun buku berjudul “Panduan Membuat Plugin WordPress” karena tiga alasan:

1. Ego

Tidak dipungkiri bahwa saya ingin mendapat pengakuan bahwa saya memang pernah ada di dunia ini, dan saya berharap buku yang saya susun tersebut menjadi bukti nyata bahwa perna ada pria setampan saya hidup di Republik Indonesia ini. Jangan sampai karena tidak ada bukti otentik lalu saya dianggap sebagai sebuah mitos sebagaimana bagi sebagian orang yang tidak percaya adanya Wali Songo hanya karena mereka tidak meninggalkan kitab. Saya ingin memberikan suatu kenangan pada anak-anak saya.

2. Idealisme

Saya ingin bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain, karena “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”, hadist tersebut menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat islam selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.

3. Balas Dendam

Mungkin ini salah satu alasan yang gak bener, sebab balas dendam itu memang TIDAK BAIK.

Jujur, saya beberapa kali merasa kecewa dengan pelatihan yang diikuti karena kurangnya komitmen dari penyelenggara pelatihan. Sudah harganya mahal, serius juga kagak ngajarnya. Sebagai orang yang pernah terlibat dalam dunia pendidikan, saya sama sekali tidak bisa membenarkan dan menerima alasan apapun bagi mereka yang mengadakan pelatihan dengan mengumpulkan dana yang tidak sedikit namun mengajar asal-asalan, tidak komit terhadap jadwal yang telah mereka tentukan sendiri, tidak komit dengan janji materi yang sudah ditulis. Tidak memiliki integritas sama sekali!

Bukan hanya masalah DUIT, justru kadang WAKTU dan HARAPAN yang sia-sialah yang lebih besar nilainya terbuang percuma, mereka secara perlahan mengikis kepercayaan terhadap orang-orang yang ingin berbagi pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan yang digarap secara serius.

Namun, sebaik apapun usaha yang kita lakukan tentu tidak terlepas dari pro dan kontra walaupun kita telah berusaha untuk tidak merugikan pihak-pihak lain, dalam hal ini tentu berkaitan dengan buku yang saya susun, bisa saja di dunia lain sana ada yang berfikir “Yoyon sedang mencoba menghisap darah nubie” hihihi…

Kalau saat ini membuat buku dianggap menghisap darah nubie, mungkin darah yang tersedot malah bisa bikin haus dan kelaparan yang nyedot. Lho kok bisa? Sebab pembuatan buku terutama lewat penerbit nasional membutuhkan effort yang TIDAK SEDIKIT, secara hitung-hitungan finansial boleh dibilang TIDAK MENGUNTUNGKAN sama sekali.

Nah, ketika usaha seperti ini kemudian ada saja rekan yang walaupun mungkin bercanda dengan mengatakan “Bagi FR dong!” sebenarnya merupakan suatu dilema bagi saya yang sudah menulis buku, namanya manusia tentu ingin saling memberi, begitu juga dengan saya. Namun jika mereka yang meminta FR ini dituruti tentu akan semakin membuat lapar, bisa dibayangin kan, udah nyedot darah nubie tambah bikin lapar dan haus eh malah darah kita juga mau disedot, malah bisa mati kering kita nantinya wkwkwk…

Perlu kamu ketahui wahai para pemburu FR, bahkan royalti yang didapat dari nulis buku masih jauh banget nilainya dibawah nilai cetakan buku cadangan untuk mengantisipasi adanya kerusakan dan kehilangan.

Leave a Reply